JATAM Kalitidu Dikukuhkan, Siap Wujudkan Bertani Bahagia, Petani Sejahtera

Share

Mentari.or.id-Jaringan Tani Muhammadiyah (JATAM) di bawah naungan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro secara resmi membentuk dan mengukuhkan kepengurusan JATAM tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalitidu. Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada Ahad, 4 Januari 2026, bertempat di Aula Rumah Sakit Muhammadiyah Kalitidu.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Ketua PDM Bojonegoro Bidang MPM, Drs. H. Muslih; Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, A. Wahid; Ketua PCM Kalitidu, H. Anwar; Ketua JATAM Bojonegoro, Agus Naim; serta jajaran pengurus JATAM PDM Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Ketua JATAM Bojonegoro, Agus Naim, menyampaikan bahwa hingga saat ini JATAM telah terbentuk dan dikukuhkan di empat PCM di wilayah Bojonegoro, salah satunya PCM Kalitidu. Ia menegaskan bahwa JATAM hadir sebagai wadah pemberdayaan petani Muhammadiyah dengan mengusung motto “Bertani Bahagia, Petani Sejahtera.” Motto tersebut menjadi semangat bersama dalam membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Adapun susunan Pengurus JATAM PCM Kalitidu yang telah dikukuhkan adalah sebagai berikut:

Penasihat:
H. Ali Anwar (Ketua PCM Kalitidu)

Ketua:
Didik Sugiyanto (Desa Pungpungan)

Sekretaris:
Mutohar (Desa Ngringinrejo)

Anggota:

  1. Wawan (Desa Panjunan)
  2. Nur Jali (Desa Wotanngare)
  3. Hariyanto (Desa Ngringinrejo)
  4. Mashuri (Desa Grebegan)
  5. Juani (Desa Leran)
  6. Mujiono (Desa Mojosari)
  7. Rustanto (Desa Kalitidu)

Pembentukan dan pengukuhan JATAM PCM Kalitidu ini disambut dengan penuh harapan, khususnya oleh para petani di wilayah Kalitidu dan sekitarnya. Kehadiran JATAM diharapkan mampu menjadi motor penggerak pemberdayaan petani, meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat peran Muhammadiyah dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan.

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

1 Response

  1. Tani Muda Jaya berkata:

    tetap semangat pal ketua JATAM Bojonegoro, mas Agus Na’im.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *