Guru MIM 12 Sumuragung Ikuti Bimbingan Teknis Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Share

Mentari.or.id-Guru-guru MI Muhammadiyah (MIM) 12 Sumuragung mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning yang dilaksanakan di Aula MI Butoh. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap. Pada Selasa, guru kelas 1–3 telah mengikuti pelatihan, sedangkan pada Rabu, 14 Januari, giliran guru kelas 4–6 yang mengikuti kegiatan tersebut.

Rangkaian kegiatan Bimtek berfokus pada pemahaman konsep Kurikulum Berbasis Cinta dan penerapannya melalui pendekatan Deep Learning dalam proses pembelajaran di madrasah.

Kurikulum Berbasis Cinta Diluncurkan oleh Menteri Agama

Kementerian Agama Republik Indonesia secara resmi meluncurkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai wajah baru pendidikan Islam yang lebih humanis, inklusif, dan spiritual. Kurikulum ini dirancang untuk membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan nilai kasih sayang, empati, serta kepedulian sosial.

Integrasi Kurikulum Cinta dan Deep Learning

Kementerian Agama terus mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, toleransi, dan perdamaian sejak dini. Kurikulum ini diterapkan pada empat titik strategis di madrasah, yaitu pembelajaran intrakurikuler di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, iklim madrasah, serta seluruh kegiatan keagamaan.

Pendekatan Deep Learning digunakan untuk memperdalam pemahaman peserta didik agar pembelajaran tidak hanya bersifat hafalan, tetapi juga bermakna dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Manfaat Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning

Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendorong kemandirian, kreativitas, dan karakter positif peserta didik. Selain itu, kurikulum ini juga mampu menumbuhkan kesadaran ekologis serta solidaritas sosial sejak dini, sehingga peserta didik tumbuh menjadi individu yang utuh dan berakhlak mulia.

Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta

Kurikulum Berbasis Cinta bertujuan melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, serta menjadikan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan. Kurikulum ini tidak hanya menekankan kecerdasan kognitif, tetapi juga menumbuhkan empati, rasa ingin tahu yang murni, dan semangat belajar sepanjang hayat.

“Alhamdulillah, banyak sekali ilmu yang kami terima selama pelatihan ini,” ujar salah satu guru MIM 12 Sumuragung.

Diharapkan melalui kegiatan ini, wawasan dan kompetensi bapak/ibu guru MIM 12 Sumuragung semakin bertambah sehingga Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning dapat diterapkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

Kontributor: Angghita

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *