Langkah Berkelanjutan KKN STIKES Maboro: Membangun Kemandirian Desa melalui Tata Kelola Bank Sampah

Share

Mentari.or.id- Permasalahan sampah plastik, khususnya botol dan gelas kemasan yang kerap mencemari lingkungan permukiman warga, masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) tahun 2026 menginisiasi program Bank Sampah Desa Sumberagung sebagai solusi berkelanjutan yang mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Program ini tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga mendorong terbentuknya ekonomi sirkular berbasis masyarakat desa. Implementasi awal program diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik bank sampah yang dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN selama empat hari.

Sebagai langkah strategis untuk menjamin keberlanjutan dan kemudahan akses bagi warga, fasilitas Bank Sampah ditempatkan di area Balai Desa Sumberagung. Lokasi ini dipilih agar dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat sekaligus menjadi simbol perubahan perilaku hidup bersih dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Puncak pelaksanaan program berlangsung pada 22 Januari 2026 melalui kegiatan edukasi pengelolaan sampah yang melibatkan warga desa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN STIKES Maboro memaparkan pentingnya pengelolaan sampah anorganik serta potensi ekonomi dari sampah plastik. Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, warga yang hadir diminta membawa botol plastik, yang kemudian menjadi simbol dimulainya operasional Bank Sampah Desa Sumberagung.

Mekanisme operasional bank sampah dirancang secara sistematis dan transparan. Warga mengumpulkan botol dan gelas plastik secara mandiri, kemudian sampah tersebut ditimbang secara berkala di balai desa. Untuk memastikan keberlanjutan sistem ekonomi lokal, mahasiswa KKN menjalin kerja sama dengan pengepul atau penyalur rosok yang berasal dari Desa Sumberagung.

Keunggulan utama program ini terletak pada konsep pemberdayaan modal masyarakat. Hasil penjualan sampah plastik tidak sekadar menjadi pendapatan sesaat, melainkan diarahkan sebagai modal awal usaha kolektif warga. Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, seperti budidaya tanaman pangan atau peternakan skala kecil. Dengan konsep tersebut, sampah plastik yang semula tidak bernilai kini bertransformasi menjadi instrumen penguatan ketahanan pangan keluarga.

Keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan, mulai dari pembangunan fasilitas, pemilahan sampah, hingga pengelolaan hasil penjualan, menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi dengan pengepul lokal juga memastikan rantai distribusi sampah berjalan efektif dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Melalui program Bank Sampah ini, mahasiswa KKN STIKES Maboro berharap pengelolaan lingkungan di Desa Sumberagung dapat terus berlanjut secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir. Program ini diharapkan menjadi fondasi terciptanya desa yang mandiri secara ekonomi dan sehat secara lingkungan, di mana pengelolaan sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai budaya produktif yang menyejahterakan warga.

Penulis: Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro 2026

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *