Mentari.or.id-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) melaksanakan program edukasi antiperundungan (anti-bullying) bagi siswa sekolah dasar di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini berlangsung pada Senin–Selasa, 19–20 Januari 2026, serta dilanjutkan pada Kamis, 22 Januari 2026.
Edukasi antiperundungan tersebut dilaksanakan di SDN Jatiblimbing 1, SDN Jatiblimbing 2, dan SDN Jatiblimbing 3 dengan sasaran siswa kelas rendah hingga kelas tinggi. Program ini bertujuan menanamkan pemahaman sejak dini tentang bahaya perundungan serta membangun sikap saling menghargai, empati, dan toleransi di lingkungan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN menyampaikan materi dengan pendekatan yang interaktif dan ramah anak. Metode yang digunakan meliputi pemaparan ringan, diskusi, permainan edukatif, serta simulasi sederhana yang mudah dipahami oleh siswa. Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias dan aktif berpartisipasi.
Koordinator KKN Desa Jatiblimbing, A. Abdil Thoriq, menjelaskan bahwa khusus di SDN Jatiblimbing 2, mahasiswa KKN menambahkan dua program pendukung, yakni Gerakan Gemar Menabung dan Pohon Cita-Cita. Program Gerakan Gemar Menabung bertujuan menanamkan kebiasaan hidup hemat serta pengelolaan keuangan sederhana sejak usia dini. Sementara itu, Pohon Cita-Cita menjadi media kreatif bagi siswa untuk menuliskan dan mengekspresikan impian mereka di masa depan.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam pembentukan karakter siswa, menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak, serta memotivasi peserta didik untuk berani bermimpi dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro di Desa Jatiblimbing yang berfokus pada bidang pendidikan serta penguatan karakter anak.
Kontributor: Lucky Muhamad Annas | KKN Desa Jatiblimbing





