Mentari.or.id-Kebersihan adalah sebagian dari iman. Prinsip tersebut diwujudkan secara nyata oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro melalui program kerja “Bersih-Bersih Mushola” yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, di salah satu mushola di Desa Sumberagung.
Kegiatan ini tidak sekadar berfokus pada membersihkan lantai dan debu, tetapi menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan lingkungan sekaligus kenyamanan spiritual masyarakat. Sebagai calon tenaga kesehatan, mahasiswa STIKES Muhammadiyah Bojonegoro memahami bahwa sanitasi tempat ibadah memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Mushola sebagai pusat aktivitas sosial dan spiritual warga Desa Sumberagung menjadi prioritas utama dalam kegiatan ini. Dengan memastikan lingkungan mushola bersih dan higienis, mahasiswa KKN secara tidak langsung turut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan ruang publik, khususnya tempat ibadah.
Kegiatan bersih-bersih ini melibatkan seluruh anggota kelompok KKN Desa Sumberagung dan dilaksanakan secara terkoordinasi sejak pagi hari. Rangkaian kegiatan diawali dengan izin kepada takmir mushola, dilanjutkan dengan pembersihan area wudu, ruang utama salat, hingga halaman mushola, serta ditutup dengan pamit kepada takmir sebagai bentuk etika dan tanggung jawab sosial.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN sempat menghadapi kendala berupa keterbatasan alat kebersihan di lokasi. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat pengabdian. Mahasiswa tetap bahu-membahu memanfaatkan peralatan yang tersedia serta membawa perlengkapan tambahan secara swadaya.
Kondisi ini justru menjadi catatan reflektif bagi mahasiswa untuk memberikan rekomendasi kepada pengurus mushola maupun pemerintah desa terkait pentingnya pengadaan sarana kebersihan yang memadai di masa mendatang.
Meski menghadapi kendala teknis, program kerja ini dinilai berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Warga desa memberikan apresiasi positif atas kepedulian mahasiswa yang rela turun langsung demi menjaga kenyamanan bersama.
“Kami ingin meninggalkan jejak yang benar-benar bermanfaat. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban akademik, tetapi menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu kenyamanan dalam beribadah,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Keberhasilan sebuah program tidak selalu diukur dari kemegahannya, melainkan dari keikhlasan, ketepatan waktu, dan manfaat nyata yang dirasakan bersama.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjadikan keterbatasan sebagai tantangan untuk terus berkarya.
Penulis: Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro 2026





