Mengubah Loyang Menjadi Kanvas: Ketika Siswa SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro “Membatik” di Atas Cake

Share

Mentari.or.id-BOJONEGORO, 4 Februari 2026 II Aroma harum mentega dan vanila menyelimuti lingkungan SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Namun, ada pemandangan tak biasa dari hasil panggangan para siswa. Di atas permukaan cake yang baru matang, terlukis motif-motif batik Nusantara yang rumit dan menawan. Inilah puncak kegiatan kokurikuler berbasis projek bertajuk “BANGKIT” (BAtik Nusantara dalam Gerak, Kreasi, dan Inovasi Tradisi).

Kegiatan kokurikuler ini berlangsung selama dua pekan dan secara resmi dibuka pada Senin (2/2/2026) oleh Kepala SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro, Ferry Yudha Pratama, S.Pd., M.Pd., Gr. Projek ini menjadi ruang kreatif bagi siswa untuk memadukan seni, keterampilan, dan inovasi dalam satu pengalaman belajar yang menyenangkan.

Kue sebagai Media Ekspresi dan Terapi

Di era digital yang serba cepat, kreativitas siswa dituntut untuk melampaui batas konvensional. Melalui projek BANGKIT, pembuatan kue tidak lagi sekadar aktivitas dapur, melainkan bertransformasi menjadi media ekspresi diri dan emosi.

Berdasarkan data dari 183 responden (66,67% dari total populasi siswa), tingkat antusiasme terhadap kegiatan ini tergolong sangat tinggi, yakni 71,4%. Bahkan, 75% siswa menyatakan bahwa projek ini efektif sebagai sarana menyalurkan kreativitas seni mereka.

Harmoni Tradisi dalam Loyang Modern

“Kegiatan kokurikuler berbasis projek dengan tema BANGKIT ini melibatkan 275 siswa yang terbagi dalam 42 kelompok, dengan pendampingan 15 guru,” jelas Herlin Susanti, S.Pd., Gr., Ketua Pelaksana Kegiatan.

Salah satu aktivitas utama adalah pembuatan cake bermotif batik, sebuah aksi sosial-budaya berbasis projek yang mengintegrasikan berbagai mata pelajaran seperti Prakarya, TIK, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Para siswa ditantang menjadikan adonan kue sebagai kanvas seni, memadukan inspirasi digital dengan kreativitas orisinal untuk menghasilkan motif batik yang presisi.

Kemampuan bernalar kreatif dan adaptif siswa benar-benar diuji, terutama saat melukis detail motif batik yang rumit dengan keterbatasan alat pendukung.

Dampak Psikologis: Lebih dari Sekadar Keterampilan

Manfaat kegiatan ini tidak hanya dirasakan pada aspek keterampilan, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan mental siswa. Sebuah penelitian tahun 2016 yang dipublikasikan dalam Journal of Positive Psychology menyebutkan bahwa individu yang terlibat dalam aktivitas kreatif seperti memasak cenderung memiliki tingkat kebahagiaan yang lebih tinggi (dikutip dari Tempo, Kamis, 4/2/2026).

Hal tersebut tercermin dari testimoni siswa:

  • 57,1% siswa mengaku merasa lebih bangga dan percaya diri setelah melihat hasil karya mereka.
  • 28,6% siswa menyatakan merasa lebih rileks dan tenang, serta mampu meredakan stres selama proses pembuatan kue.

Teknologi sebagai Galeri Digital

Karya para siswa tidak berhenti di dapur sekolah. Sebanyak 42 cake bermotif batik juga didokumentasikan dalam bentuk konten video dan dibagikan melalui platform TikTok, Instagram, dan YouTube. Media sosial pun bertransformasi menjadi galeri digital yang menampilkan kreativitas siswa kepada publik.

Antusiasme dan respons positif dari komunitas digital menjadi pemantik semangat siswa untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan percaya diri menampilkan karya mereka.

Ruang untuk Inovasi Masa Depan

Kegiatan pembuatan cake bermotif batik di SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro membuktikan bahwa ketika seni, keterampilan praktis, dan kerja tim dipadukan, hasilnya adalah pembelajaran bermakna yang membanggakan. Kolaborasi menjadi fondasi utama, mulai dari persiapan bahan hingga presentasi hasil karya.

Memberikan ruang kreatif bagi siswa bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Melalui projek kokurikuler bertema BANGKIT, diharapkan lahir generasi inovatif yang mampu melestarikan budaya tradisi dengan cara modern, kreatif, dan menyenangkan

Penulis: Cahyo Turlaksono

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *