MENTARI.OR.ID II BOJONEGORO – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan diwujudkan melalui aksi kepedulian terhadap lingkungan dan sosial oleh komunitas masyarakat di Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Alas Institute bersama Komunitas Mapak (Emak-emak Berdampak) Sukosewu menggelar kampanye sedekah sampah sekaligus kegiatan berbagi takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar pada Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di depan Masjid An-Nuur, Dusun Mojoroto, Desa Duyungan, tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Puluhan anggota Komunitas Mapak yang didominasi oleh ibu-ibu turut terlibat dalam aksi membagikan takjil sembari mengedukasi warga tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga.
Perwakilan Alas Institute, Achmad Danial Abidin, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye untuk membangun kebiasaan baru di masyarakat, yakni menjadikan sampah sebagai sesuatu yang bernilai melalui konsep sedekah sampah.
“Melalui sedekah sampah, masyarakat tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga dapat memberikan manfaat sosial. Sampah yang terkumpul nantinya akan dikelola dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,” ujar Danial.
Menurutnya, keterlibatan komunitas perempuan seperti Mapak menjadi kekuatan penting dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Para ibu dinilai memiliki peran strategis dalam mengubah kebiasaan keluarga, terutama dalam memilah dan mengelola sampah dari rumah.
Hal senada disampaikan perwakilan Komunitas Mapak Sukosewu, Muslimah. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah yang dimulai dari lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, langkah kecil seperti memilah sampah dan menyedekahkannya dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang harus dibuang begitu saja. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sedekah yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus membantu kegiatan sosial di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan sedekah sampah juga menjadi cara sederhana bagi warga untuk berkontribusi dalam menjaga kebersihan desa. Melalui keterlibatan ibu-ibu dalam Komunitas Mapak, diharapkan kesadaran pengelolaan sampah dapat dimulai dari keluarga dan terus meluas ke masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir perwakilan ExxonMobil, Almaliki Ukay S. Subqy atau Malik. Ia menyampaikan dukungan perusahaan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat yang menggabungkan aspek lingkungan dan sosial.
“Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu Komunitas Mapak yang secara konsisten mengelola sampah melalui program arisan sampah. Inisiatif ini menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari komunitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” kata Malik.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap konsistensi Komunitas Mapak dalam mengelola sampah, ExxonMobil bersama Alas Institute selaku mitra program menyerahkan sejumlah kotak sedekah sampah kepada komunitas tersebut. Kotak tersebut ditempatkan di enam desa yang menjadi ranting Komunitas Mapak di Kecamatan Sukosewu. Fasilitas ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menyalurkan sampah yang telah dipilah agar dapat dikelola lebih lanjut.
Selain kampanye lingkungan, ratusan paket takjil juga dibagikan kepada warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan menjelang waktu berbuka puasa.
Ke depan, gerakan ini diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi contoh praktik baik pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat desa. Kolaborasi antara lembaga masyarakat, komunitas perempuan, dan sektor swasta dinilai menjadi kunci dalam mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
![]()





