Mentari.or.id-MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo menggelar kegiatan Pembinaan Majelis Dikdasmen PCM Sumberrejo sekaligus Rapat Kerja Kepala Madrasah, Guru, dan Tenaga Kependidikan dalam rangka menyongsong Semester Genap Tahun Pelajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2025, bertempat di Ruang Kelas 1B MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo.
Acara diawali dengan kajian iftitah yang disampaikan oleh Ustaz Miftachun Farih. Dalam kajiannya, ia menyampaikan refleksi kehidupan bahwa dunia terbagi dalam tiga dimensi waktu, yakni masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan baik yang dimulai dari hal-hal kecil sebagai fondasi terjadinya perubahan besar di kemudian hari.
Selanjutnya, Kepala MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo, Siti Mualimah, S.Pd., dalam sambutannya memaparkan berbagai capaian dan rencana strategis madrasah. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran peserta didik inden telah dibuka sejak Agustus 2025, dan hingga saat ini tercatat 25 calon peserta didik telah mendaftar. Hal tersebut menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo.
Pada kesempatan tersebut, Siti Mualimah juga menyampaikan penguatan program unggulan madrasah, khususnya Program Tahfidz Kelas 1. Program yang sebelumnya telah berjalan tersebut kini ditingkatkan dengan penambahan satu jam pembelajaran khusus bagi kelas tahfidz sebagai wujud komitmen madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani sejak dini.
Kegiatan pembinaan semakin bermakna dengan kehadiran Drs. H. Muhammad Yunus, M.Pd., dari Majelis Dikdasmen PCM Sumberrejo, sebagai narasumber utama. Dalam materi bertajuk “Guru Hebat Dimulai dari Niat Hati yang Kuat dan Ikhlas”, ia menegaskan bahwa kualitas guru tidak semata diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kekuatan niat dan keikhlasan dalam mendidik.
Lebih lanjut, Drs. H. Muhammad Yunus memaparkan kriteria Guru Hebat menurut Kemendikdasmen, meliputi:
- dedikasi dan komitmen;
- penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi;
- kemampuan membimbing karakter;
- kasih sayang dan empati; serta
- profesionalisme.
Sebagai penutup, ia menyampaikan renungan filosofi pendidikan Jawa:
“Putihe beras ora amerga alu lan lumpange, ananging gesekan karo konco-koncone,”
yang bermakna bahwa keberhasilan dan kematangan seseorang tidak terlepas dari proses kebersamaan, kolaborasi, serta saling menguatkan.
Melalui kegiatan ini, MI Muhammadiyah 18 Sumberrejo meneguhkan komitmen untuk terus merajut sinergi, menata strategi, dan meningkatkan mutu pendidikan, demi terwujudnya madrasah yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.
Kontributor: Ipul





