Mentari.or.id-Yogyakarta Dalam rangka memperkuat pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Bojonegoro melaksanakan rihlah akademik ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 48 mahasiswa dan didampingi tujuh dosen.
Rihlah akademik tersebut merupakan bagian dari upaya pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan aspek keilmuan, ideologis, dan historis Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak mengenal secara langsung pusat gerakan Muhammadiyah sekaligus memahami dinamika perjuangan Persyarikatan dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial kemasyarakatan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memperoleh penguatan materi AIK yang menekankan nilai-nilai Islam berkemajuan, semangat tajdid, serta komitmen Muhammadiyah terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter. Diskusi dan refleksi akademik menjadi bagian penting dari rihlah ini agar mahasiswa tidak hanya memahami AIK secara teoretis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata.
Dosen AIK STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Nurmashani Mustafidah, M.Pd.I., menyampaikan bahwa rihlah akademik merupakan langkah strategis dalam membentuk mahasiswa yang memiliki integritas keislaman dan kemuhammadiyahan yang kuat. Menurutnya, penguatan AIK tidak cukup dilakukan melalui perkuliahan di kelas semata, tetapi perlu dilengkapi dengan pengalaman langsung agar nilai-nilai Muhammadiyah dapat terinternalisasi secara utuh.
Antusiasme mahasiswa tampak selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif mengikuti pemaparan materi, berdialog, serta melakukan refleksi mengenai peran generasi muda Muhammadiyah dalam melanjutkan perjuangan Persyarikatan. Kegiatan ini juga menjadi sarana kaderisasi ideologis agar mahasiswa memiliki orientasi perjuangan yang jelas dan berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Salah seorang mahasiswa, Arsy, mengaku antusias mengikuti rihlah akademik tersebut. Ia merasa senang karena mendapat kesempatan berdialog langsung dan mengajukan pertanyaan kepada Prof. Irwan Akib dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., berharap kegiatan rihlah akademik ke PP Muhammadiyah Yogyakarta dapat semakin mengokohkan pemahaman AIK mahasiswa. Ia menegaskan bahwa STIT Muhammadiyah Bojonegoro berkomitmen mencetak kader intelektual Muhammadiyah yang memiliki kesadaran berorganisasi serta siap berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan Persyarikatan.





