Terapkan Deep Learning, SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Perkuat Pembelajaran Bermakna dan Berpusat pada Peserta Didik

Share

Mentari.or.id-SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan pendekatan deep learning yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Pendekatan ini diterapkan secara konsisten dalam berbagai mata pelajaran, baik di ruang kelas maupun di laboratorium.

Penerapan deep learning mencakup mata pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam (PAI), PPKn, IPS, Prakarya, Informatika, serta Bahasa Jawa. Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk memahami materi secara mendalam, aktif berpikir, dan mampu mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

Pada mata pelajaran IPA, pembelajaran dilaksanakan berbasis praktikum dan observasi langsung. Peserta didik terlibat aktif dalam melakukan percobaan, mengamati proses, serta menganalisis hasil kegiatan dengan pendampingan guru. Metode ini bertujuan menumbuhkan pemahaman konsep secara komprehensif, bukan sekadar menghafal teori.

Sementara itu, pada mata pelajaran Matematika, IPS, dan PPKn, pembelajaran dikemas melalui diskusi kelompok, pemecahan masalah kontekstual, serta analisis kasus. Peserta didik dilatih berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam memahami konsep serta menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.

Pembelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Jawa dilaksanakan secara interaktif melalui kegiatan literasi, diskusi, kerja kelompok, serta pemanfaatan media pembelajaran. Peserta didik tidak hanya mempelajari struktur bahasa dan kosakata, tetapi juga menggunakannya dalam konteks komunikasi nyata sehingga kemampuan literasi dan berbahasa berkembang secara optimal.

Pada mata pelajaran PAI, pembelajaran diarahkan pada penguatan nilai-nilai keislaman yang kontekstual. Peserta didik diajak untuk merefleksikan materi, berdiskusi, serta menerapkan sikap dan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Adapun mata pelajaran Prakarya dan Informatika dilaksanakan melalui pembelajaran berbasis proyek. Peserta didik mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir komputasional, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang aplikatif dan bermanfaat.

Kaur Kurikulum SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro menyampaikan bahwa penerapan deep learning menjadi bagian penting dalam strategi pembelajaran sekolah. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan agar peserta didik benar-benar memahami materi secara utuh, mampu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata, serta terlatih berpikir kritis dan reflektif, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan peserta didik sebagai subjek aktif pembelajaran.

Melalui pembelajaran yang variatif, kolaboratif, dan kontekstual ini, SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter Islami, mandiri, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *