Mentari.or.id- Sumuragung, 22 Januari 2026. Dalam upaya meningkatkan minat baca dan kedalaman pemahaman informasi siswa, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 12 Sumuragung melalui kelas VI secara konsisten menjalankan program inovatif bertajuk GERIMIS (Gerakan Literasi Kamis). Program yang dilaksanakan setiap hari Kamis ini menjadi salah satu upaya strategis sekolah dalam memperkuat fondasi literasi peserta didik.
Program GERIMIS tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi dirancang sebagai langkah konkret untuk menjawab tantangan rendahnya minat baca di era digital. Dengan menyasar siswa kelas VI, program ini diharapkan mampu membekali mereka dengan kemampuan memahami dan menganalisis teks secara kritis sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP/MTs.
Implementasi Kreatif di Ruang Kelas
Berbeda dengan kegiatan membaca konvensional, GERIMIS dikemas menggunakan beragam metode agar siswa tetap antusias dan tidak merasa jenuh. Kegiatan dilaksanakan setiap hari Kamis setelah salat duha dan diawali dengan sesi membaca senyap selama 15–20 menit. Pada sesi ini, siswa diberi kebebasan memilih bacaan nonpelajaran sesuai minat, seperti buku sejarah, kisah tokoh inspiratif, maupun literatur keagamaan.
Usai membaca, kegiatan dilanjutkan dengan sesi resensi lisan. Beberapa siswa secara bergiliran menyampaikan ringkasan serta poin-poin penting dari buku yang dibaca di hadapan teman-temannya. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian berbicara di depan umum (public speaking) sekaligus mengasah kemampuan merangkum dan menyampaikan informasi secara runtut.
Literasi sebagai Keterampilan Dasar
Wali Kelas VI MIM 12 Sumuragung menegaskan bahwa literasi merupakan keterampilan hidup (life skill) yang sangat mendasar.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca kata demi kata, tetapi bagaimana anak mampu memahami makna, menganalisis isi bacaan, dan bersikap kritis terhadap informasi. Melalui GERIMIS, kami ingin menumbuhkan kebiasaan berpikir kritis dan memperluas wawasan siswa,” ujarnya.
Dampak Positif bagi Siswa
Sejak program GERIMIS dijalankan secara konsisten, terlihat sejumlah perubahan positif pada siswa. Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:
- Peningkatan kosakata, terlihat dari pilihan kata yang lebih beragam saat mengerjakan tugas tulis.
- Peningkatan fokus belajar, karena kebiasaan membaca membantu siswa lebih tenang dan siap menerima pelajaran.
- Tumbuhnya budaya diskusi, siswa mulai terbiasa berdialog dan bertukar pendapat mengenai isi bacaan secara sehat.
Pihak sekolah berharap program GERIMIS dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi kelas-kelas lain di MIM 12 Sumuragung. Dengan penguatan literasi sejak dini, lulusan diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan bekal pengetahuan yang luas serta karakter yang matang.
Pada tahun ajaran baru ini, MIM 12 Sumuragung juga masih membuka pendaftaran peserta didik baru. Sekolah mengajak masyarakat untuk bergabung dan menjadi bagian dari generasi cerdas, kritis, dan berwawasan luas melalui berbagai kegiatan literasi yang dikembangkan.
Kontributor: Irwan, Hindun





