Mahasiswa KKN STIKES Maboro Gelar Edukasi Anti-Bullying di Sumberagung, Tanamkan Empati Sejak Dini

Share

Mentari.or.id-Sekolah seharusnya menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak untuk bertumbuh. Namun, realitas menunjukkan bahwa praktik perundungan (bullying) masih menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (STIKES Maboro) Tahun 2026 menginisiasi langkah preventif melalui program bertajuk “Edukasi Anti-Bullying: Merajut Persahabatan, Menolak Perundungan.”

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di salah satu sekolah dasar di Desa Sumberagung. Sebanyak 22 siswa kelas III dan IV mengikuti kegiatan dengan antusias, didampingi dua orang guru serta 16 mahasiswa KKN. Program ini dirancang sebagai bentuk advokasi psikososial guna membangun karakter siswa yang inklusif, empatik, dan saling menghargai sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi bernyanyi bersama untuk mencairkan suasana. Lagu-lagu bertema persahabatan dipilih sebagai media pendekatan emosional agar siswa merasa nyaman dan terlibat aktif. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa menanamkan pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk merendahkan, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.

Pada sesi inti, mahasiswa STIKES Maboro menyampaikan materi anti-bullying dengan metode yang komunikatif dan mudah dipahami anak-anak. Penyampaian dilakukan menggunakan bahasa sederhana, analogi yang dekat dengan keseharian siswa, serta alat peraga menarik. Materi difokuskan pada pengenalan bentuk-bentuk perundungan, baik verbal maupun fisik, serta dampak psikologis yang dapat dialami oleh korban. Edukasi ini bertujuan membekali siswa agar mampu mengenali tindakan perundungan dan berani menolak perilaku tersebut.

Salah satu sesi yang paling berkesan adalah kegiatan “Pohon Ungkapan”. Dalam sesi ini, setiap siswa menuliskan pesan positif, janji untuk menjadi teman yang baik, atau perasaan mereka pada secarik kertas yang kemudian digantungkan pada ranting pohon buatan. Aktivitas ini menjadi simbol bahwa suara anak-anak sangat berharga dan bahwa komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman harus dibangun bersama.

Antusiasme peserta semakin meningkat saat mahasiswa mengajak siswa membuat video kampanye anti-bullying secara sederhana dan kreatif. Selain menyenangkan, kegiatan ini juga mengedukasi siswa tentang pemanfaatan teknologi digital secara positif untuk menyebarkan pesan kebaikan.

Tim KKN mencatat beberapa tantangan selama kegiatan berlangsung, terutama keterbatasan waktu yang membuat materi belum dapat dibahas secara mendalam. Di awal kegiatan, beberapa siswa juga sempat kesulitan fokus. Namun, melalui pendekatan personal dari para mahasiswa, suasana dapat segera dikondisikan dengan baik.

Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi yang kuat antara mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan para guru. Dukungan penuh dari sekolah membuat pesan moral yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh para siswa. Kegiatan ditutup dengan permainan edukatif dan dokumentasi bersama sebagai simbol komitmen menjadikan sekolah sebagai ruang aman bagi semua.

Melalui program ini, KKN STIKES Maboro 2026 berharap nilai-nilai empati, toleransi, dan kepedulian yang telah ditanamkan dapat tumbuh menjadi budaya sekolah yang berkelanjutan. Edukasi anti-bullying ini menjadi investasi jangka panjang dalam menjaga kesehatan mental dan karakter generasi muda, sekaligus menegaskan peran mahasiswa kesehatan dalam merawat kesehatan sosial masyarakat.

Penulis: Rachelita Cindi Wahyu Setyowati

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *