Mentari.or.id- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan Ruang Praktik Siswa (RPS) Teknik Kendaraan Ringan (TKR) berstandar nasional di SMK Muhammadiyah 4 Padangan, Kamis (29/1/2026). Peresmian tersebut merupakan bagian dari agenda serentak peresmian 52 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, di wilayah Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Bojonegoro dan Tuban.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa bantuan revitalisasi dan rehabilitasi pendidikan merupakan langkah strategis untuk menjaga serta meningkatkan mutu pendidikan menengah dan vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan tantangan masa depan.
“Bantuan revitalisasi dan rehabilitasi ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memastikan pendidikan menengah dan vokasi tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan industri, serta tantangan masa depan,” ujarnya.
Khofifah juga menekankan bahwa tantangan pendidikan ke depan tidak hanya terletak pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada optimalisasi pemanfaatan fasilitas pendidikan.
“Tantangan pendidikan bukan hanya soal pembangunan gedung, melainkan bagaimana fasilitas tersebut dimanfaatkan secara optimal untuk menghadirkan pembelajaran yang bermutu,” tegasnya.
Menurutnya, revitalisasi sarana pendidikan harus diiringi dengan pembaruan cara mengajar, proses belajar, serta penguatan kepemimpinan sekolah.
“Kepala sekolah, guru, dan seluruh pemangku kepentingan perlu menjadikan revitalisasi ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya refleksi, inovasi, dan kolaborasi dalam pembelajaran,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung, menyampaikan bahwa pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan bertujuan meningkatkan kualitas sekaligus keamanan lingkungan belajar.
“Hal ini sejalan dengan kebijakan Ibu Gubernur tentang pendidikan berdampak, yakni pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan ketangguhan generasi muda Jawa Timur,” jelasnya.
Kepala SMK Muhammadiyah 4 Padangan, Moch. Nur Muadzin, menyatakan bahwa keberadaan RPS TKR berstandar nasional tersebut menjadi sarana strategis dalam meningkatkan kompetensi siswa.
“Fasilitas ini akan kami manfaatkan secara maksimal untuk pembelajaran berbasis praktik agar lulusan memiliki kompetensi kerja yang kuat dan siap bersaing,” ujarnya.
Salah satu guru TKR Alif Burhanus Sholikhin menambahkan bahwa RPS baru tersebut mendorong pembelajaran yang lebih kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan industri.
“Siswa kini dapat berlatih menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar dunia kerja,” katanya.
Hal senada disampaikan salah satu siswa jurusan TKR Kholilur Rohman yang mengaku semakin termotivasi dalam belajar.
“Kami jadi lebih semangat karena praktiknya benar-benar seperti di bengkel profesional,” ungkapnya.
Peresmian RPS TKR ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama SMK Muhammadiyah dalam memperkuat pendidikan vokasi yang bermutu, relevan, dan berdampak nyata bagi masa depan generasi muda.
Penulis: Firman






