Mentari.or.id-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro (Maboro) menginisiasi gerakan penghijauan melalui kegiatan Penanaman Pohon Serentak yang dilaksanakan pada Minggu, 1 Januari 2026, di Dusun Sumurlaban, Desa Sumberagung. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap kelestarian lingkungan sekaligus investasi kesehatan jangka panjang bagi masyarakat.
Aksi ekologis tersebut tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan diarahkan sebagai upaya mitigasi perubahan iklim yang dimulai dari lingkup komunitas terkecil. Mahasiswa KKN menilai bahwa kualitas kesehatan masyarakat sangat erat kaitannya dengan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Melalui kegiatan penanaman pohon, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berupaya meningkatkan kualitas udara, menyediakan ruang teduh alami, serta menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya menjaga ekosistem. Jenis pohon yang ditanam dipilih secara cermat, di antaranya pohon mahoni sebagai tanaman perindang serta pohon mangga dan jambu yang diharapkan memberi manfaat pangan dan ekonomi bagi warga di masa mendatang.
Kegiatan yang berlangsung pada pagi hari dengan cuaca cerah ini dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Dusun Sumurlaban. Lokasi tersebut dipilih secara strategis karena berada di pusat aktivitas warga, sehingga memudahkan proses pemeliharaan bibit secara berkelanjutan. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan persiapan teknis yang matang, termasuk pengukuran jarak tanam agar setiap bibit memiliki ruang tumbuh yang optimal sesuai kaidah agronomi.
Puncak kegiatan ditandai dengan penanaman pohon secara serentak yang melibatkan sekitar 30 peserta, terdiri atas mahasiswa KKN STIKES Maboro, perangkat RT dan RW, serta tokoh masyarakat setempat. Sebanyak 90 bibit pohon berhasil ditanam melalui semangat gotong royong, mencerminkan sinergi antara kalangan akademisi dan masyarakat.
Meski kegiatan berjalan lancar, tim KKN tetap melakukan evaluasi sebagai bahan perbaikan ke depan. Salah satu catatan yang muncul adalah tingkat partisipasi warga yang belum maksimal. Namun demikian, hal tersebut dijadikan momentum untuk meningkatkan pendekatan personal dan strategi komunikasi agar pesan pelestarian lingkungan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Dusun Sumurlaban.
Keunggulan kegiatan ini terletak pada pemilihan lokasi yang dekat dengan permukiman warga, sehingga diharapkan pohon-pohon yang ditanam dapat terawat meskipun masa KKN telah berakhir. Tumbuhnya kesadaran lingkungan di kalangan warga menjadi capaian nonfisik yang dinilai sama pentingnya dengan jumlah bibit yang ditanam.
Penanggung jawab program kerja Penanaman Pohon Serentak menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Kami tidak hanya menanam akar ke dalam tanah, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan generasi mendatang. Pohon-pohon ini adalah wujud kepedulian mahasiswa STIKES Maboro terhadap alam sebagai sumber kehidupan,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian acara formal sekaligus awal dari tanggung jawab bersama dalam merawat tanaman yang telah ditanam. Melalui aksi nyata ini, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, yaitu menanam satu bibit pohon dengan komitmen yang berkelanjutan.
Penulis: Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro 2026
![]()





