Kajian Pemuda Masjid Al Imtihan: Merajut Harapan di Tengah Kegelisahan, Sambut Ramadhan dengan Iman

Share

Mentari.or.id-Prembugan, Pekuwon I Suasana Masjid Al Imtihan Prembugan, Pekuwon, tampak berbeda pada Senin malam, 2 Februari 2026. Sejak pukul 19.30 WIB, masjid dipenuhi remaja putra dan putri yang hadir mengikuti kajian khusus pemuda bertema “Merajut Harapan di Tengah Kegelisahan, Menyambut Ramadhan dengan Iman.”

Kajian ini diselenggarakan oleh Bagian Pendidikan dan Kader Masjid Al Imtihan di bawah koordinasi Suwadi Pranoto, S.Pd. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang refleksi dan penguatan spiritual bagi para remaja yang tengah menghadapi kegelisahan, kelelahan batin, hingga kebingungan dalam memaknai kehidupan.

Selain sebagai forum pembinaan generasi muda, kajian ini juga menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris Takmir Masjid Al Imtihan Prembugan, Sugeng, yang mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme para remaja dalam menghadiri majelis ilmu.

“Kalian adalah penerus kami. Ikutilah kajian ini dengan sungguh-sungguh, ambil hikmah dan teladan sebagai bekal menjalani kehidupan,” pesannya.

Kajian inti disampaikan oleh Ustadz Ali Mahmudin, B.S., M.A. (Ustadz Adin). Dengan penyampaian yang runtut dan menyentuh, ia mengajak peserta meneladani fase paling berat dalam kehidupan Rasulullah ﷺ, yakni saat wafatnya Khadijah r.a. dan Abu Thalib. Dari peristiwa tersebut, Ustadz Adin menegaskan bahwa setiap ujian kehidupan selalu disertai pertolongan Allah bagi hamba-Nya yang bersabar dan bertawakal.

Lebih lanjut, ia menekankan peran strategis pemuda dalam menyambut Ramadhan. Menurutnya, puasa tidak hanya dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan diri dari perbuatan yang menjauhkan manusia dari nilai-nilai ketakwaan.

“Puasa adalah proses pendidikan jiwa. Pemuda harus menjadi benteng utama moral dan akhlak, terutama di bulan Ramadhan,” ujarnya.

Menjelang penutupan, Ustadz Adin memanjatkan doa agar seluruh jamaah, khususnya para remaja, diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalani ibadah Ramadhan 1447 H dengan khusyuk bersama keluarga.

Panitia pelaksana juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung putra-putrinya untuk aktif mengikuti kegiatan keagamaan di masjid. Diharapkan, para remaja Masjid Al Imtihan tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan istiqamah dalam kebaikan.

Kegiatan ditutup dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus menghidupkan kegiatan kepemudaan di Masjid Al Imtihan sebagai upaya melahirkan remaja masjid yang aktif, berdaya, dan berkelanjutan.

Fastabiqul khairat.

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *