Angkat Tema “BANGKIT”, SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Buka Kokurikuler Batik Nusantara

Share

Mentari.or.id-Bojonegoro I SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro resmi membuka kegiatan kokurikuler bertajuk “BANGKIT” (Batik Nusantara dalam Gerak, Tari, dan Inovasi Tradisi) yang dilaksanakan pada 2–13 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran kreatif bagi murid untuk mengenal, mengembangkan, sekaligus melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Melalui kokurikuler “BANGKIT”, murid tidak hanya diperkenalkan pada beragam motif batik Nusantara, tetapi juga diajak berkreasi dengan menciptakan desain batik secara mandiri. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan sejarah dan filosofi batik, praktik membatik yang menekankan pada penghayatan karya dan rasa, hingga pengembangan inovasi desain tradisi yang relevan dengan karakter generasi muda.

Salah satu agenda unggulan dalam kokurikuler ini adalah Lomba Desain Batik “Musebo”. Karya terbaik dari lomba tersebut direncanakan akan dipatenkan dan dijadikan sebagai salah satu seragam resmi murid SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas murid sekaligus upaya memperkuat identitas sekolah melalui karya budaya.

Puncak kegiatan kokurikuler “BANGKIT” akan dikemas dalam bentuk gelar karya yang berbeda dari kegiatan sebelumnya. Selain menampilkan hasil kreasi setiap kelompok, gelar karya juga akan diramaikan dengan Lomba Cerdas Cermat (LCC) antarkelas yang menguji wawasan budaya murid. Menariknya, setiap stan kelas turut menghadirkan maskot sebagai simbol kreativitas dan karakter masing-masing kelompok.

Kepala SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro, Ferry Yudha Pratama, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sejak dini.

“Melalui Kokurikuler BANGKIT, kami ingin murid tidak hanya mengenal batik sebagai pakaian, tetapi juga memahami nilai sejarah, filosofi, dan kreativitas di baliknya. Kami berharap kegiatan ini membentuk generasi muda yang bangga terhadap budaya Indonesia sekaligus berani berinovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengintegrasian seni, budaya, dan pendidikan karakter dalam kokurikuler “BANGKIT” merupakan langkah strategis untuk mewujudkan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, Kokurikuler “BANGKIT” diharapkan menjadi momentum bagi murid SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro untuk mengekspresikan kreativitas, memperkuat identitas diri, serta menumbuhkan semangat pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.

Kontributor: Ulfa Rosyidah

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *