Tari Modus Leting, Inovasi Edukasi Gizi Berbasis Sampah untuk Cegah Stunting di Jatiblimbing

Share

Mentari.or.id-Upaya pencegahan stunting berbasis ketahanan pangan keluarga terus digencarkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro. Salah satunya melalui edukasi Tari Modus Leting (Ternak Ayam Mandiri dengan Modal Usaha Sampah dan Lele Terintegrasi Gizi) yang dilaksanakan di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Rabu (4/2/2026).

Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan pemenuhan gizi keluarga, khususnya kecukupan protein hewani dan sayuran, sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting. Tari Modus Leting diperkenalkan sebagai konsep pangan terintegrasi yang memanfaatkan sampah rumah tangga untuk menghasilkan sumber pangan bergizi secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam sistem tersebut, sampah anorganik seperti plastik, besi, dan kaleng dipilah dan dijual ke pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan sebagai modal awal untuk membeli ayam dan sarana peternakan sederhana. Dengan cara ini, keluarga dapat memulai usaha ternak tanpa memerlukan biaya besar. Ayam yang dipelihara menjadi sumber protein hewani penting bagi keluarga, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia balita.

Sementara itu, sampah organik dan sisa makanan rumah tangga dimanfaatkan untuk budidaya maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) yang kaya protein. Maggot tersebut digunakan sebagai pakan ayam dan lele, sehingga biaya pakan dapat ditekan tanpa mengurangi kualitas gizi ternak. Kotoran ayam dan sisa media maggot kemudian diolah menjadi pupuk organik untuk mendukung produksi sayuran.

Budidaya lele dilakukan dengan sistem hemat lahan menggunakan galon atau wadah sederhana. Lele yang dipelihara menjadi sumber protein hewani alternatif yang mudah dijangkau masyarakat. Air kolam lele yang kaya nutrisi dimanfaatkan untuk menanam sayuran seperti kangkung, pakcoy, dan selada melalui sistem akuaponik sederhana, sehingga keluarga dapat memperoleh asupan protein dan vitamin secara bersamaan.

Penanggung jawab kegiatan, Della Marcella Nurwijaya, menegaskan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilepaskan dari ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga.

“Tari Modus Leting mengajarkan masyarakat memanfaatkan sampah untuk menghasilkan sumber protein dan sayuran secara mandiri. Konsep ini efektif dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga sekaligus mencegah stunting sejak dini,” jelasnya.

Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap masyarakat Desa Jatiblimbing mampu membangun kemandirian pangan berbasis gizi, meningkatkan konsumsi protein hewani dan sayuran, serta menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting yang berkelanjutan.

Kontributor: ‎Lucky Muhamad Annas | KKN Desa Jatiblimbing

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *