Mentari.or.id-Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bojonegoro turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Kader Dasar (PKD) Taruna Melati 1 yang diselenggarakan oleh Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) SMK Muhammadiyah 4 Padangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 8 Februari 2025, bertempat di Wana Wisata Kedung Pupur, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.
Pelatihan tersebut bertujuan membentuk kader pelajar Muhammadiyah yang berkarakter, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki kepedulian sosial terhadap lingkungan dan masyarakat. Pada sesi penutup kegiatan, MDMC PDM Bojonegoro hadir memberikan edukasi kebencanaan sebagai langkah strategis dalam menanamkan nilai kepemimpinan yang responsif, tangguh, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Melalui sesi edukasi kebencanaan ini, peserta dibekali pemahaman dasar mengenai mitigasi bencana, kesiapsiagaan, serta peran strategis pelajar dalam menghadapi dan merespons kondisi darurat. Tiga materi utama disampaikan, yakni teknik pemadaman api ringan, psikososial kebencanaan, serta Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Seluruh materi disajikan secara interaktif melalui pemaparan teori dan praktik langsung, sehingga peserta dapat terlibat aktif sekaligus mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh.
Ketua MDMC PDM Bojonegoro, Khoerul Mu’minin, dalam kesempatan tersebut menyampaikan harapannya agar kader IPM terus meningkatkan kapasitas diri di bidang kebencanaan.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Kawan-kawan IPM diharapkan terus aktif dan memperkaya pengetahuan kebencanaan melalui kegiatan Diklat Relawan Muhammadiyah Bojonegoro yang akan diselenggarakan oleh MDMC. Dengan demikian, tidak hanya jiwa kepemimpinan yang tumbuh, tetapi juga jiwa sosial dan kemanusiaan kader IPM SMK Muhammadiyah 4 Padangan,” ujarnya.
Kehadiran MDMC dalam kegiatan PKD TM 1 ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kebencanaan sejak dini, sekaligus membentuk kader IPM yang tidak hanya unggul secara ideologis dan organisatoris, tetapi juga siap berkontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya penanggulangan bencana.





