Bojonegoro — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro Tahun 2026 meluncurkan program inovatif bertajuk TARI MODUS LETTING sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan ketahanan pangan masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.
Program ini mengusung konsep ekonomi sirkular yang terintegrasi melalui tiga pilar utama, yakni Ternak Ayam Mandiri (TARI), Modal Usaha Sampah (MODUS), dan Lele Terintegrasi Gizi (LETING). Ketiga pilar tersebut dirancang saling terhubung dan aplikatif, dengan memanfaatkan potensi lokal serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa.
Melalui pilar TARI, mahasiswa KKN mengembangkan peternakan ayam Mardi skala rumah tangga dengan sistem percontohan. Satu warga dipilih sebagai pilot project untuk pembangunan kandang ayam yang layak, higienis, dan terorganisasi. Kegiatan ini dilaksanakan sepanjang Januari 2026 melalui tahapan perencanaan, pembangunan kandang, hingga penyerahan aset kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap kemandirian ekonomi keluarga.
Pilar MODUS diwujudkan melalui pendirian Bank Sampah Desa Sumberagung yang berlokasi di Balai Desa. Mahasiswa bersama warga mengelola sampah anorganik, khususnya plastik, agar memiliki nilai ekonomis. Puncak kegiatan berlangsung pada 22 Januari 2026 melalui edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Sampah yang terkumpul kemudian dikonversi menjadi modal usaha produktif, termasuk untuk mendukung program peternakan ayam dan perikanan. Kerja sama dengan pengepul lokal turut memperkuat keberlanjutan program ini.
Sementara itu, pilar LETING memperkenalkan budidaya ikan lele menggunakan galon bekas dengan sistem akuaponik sederhana. Program yang dilaksanakan pada 25 Januari hingga 2 Februari 2026 ini menghasilkan empat unit galon akuaponik yang ditempatkan di Balai Desa sebagai sarana percontohan. Selain menyediakan fasilitas, mahasiswa juga memberikan pendampingan teknis dan panduan tertulis agar masyarakat dapat mereplikasi program secara mandiri.
Koordinator Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro menyampaikan bahwa keunggulan TARI MODUS LETTING terletak pada keterpaduan antarpilar. Sampah anorganik dimanfaatkan sebagai sumber modal, sampah organik sebagai pakan ternak, sementara hasil ternak ayam dan lele mendukung pemenuhan gizi keluarga. Seluruh program dirancang sederhana, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro berharap dapat meninggalkan dampak berkelanjutan bagi Desa Sumberagung. Tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, tetapi juga mendorong terwujudnya desa yang mandiri secara ekonomi dan berdaulat dalam pemenuhan pangan keluarga.
Penulis: Tim KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro 2026





