MENTARI.OR.ID II- Buku Indonesia Jelang Satu Abad karya Ahmad Syafii Maarif hadir sebagai refleksi intelektual yang tajam tentang kondisi Indonesia menjelang usia satu abad kemerdekaan. Ditulis oleh seorang cendekiawan Muslim yang dikenal luas karena sikap moderat dan komitmennya terhadap nilai kemanusiaan, buku ini tidak hanya menjadi catatan pemikiran, tetapi juga seruan moral bagi bangsa.
Secara umum, buku ini mengangkat kegelisahan penulis terhadap arah perjalanan Indonesia. Buya Syafii menilai bahwa meskipun bangsa ini telah mencapai berbagai kemajuan sejak merdeka, banyak persoalan mendasar yang belum terselesaikan. Korupsi yang mengakar, ketimpangan sosial yang melebar, serta lemahnya penegakan hukum menjadi sorotan utama. Ia melihat bahwa masalah-masalah tersebut bukan sekadar persoalan sistem, tetapi juga mencerminkan krisis etika di kalangan elite maupun masyarakat.
Salah satu gagasan penting dalam buku ini adalah penekanan pada pentingnya kepemimpinan yang berintegritas. Buya Syafii berulang kali menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada kualitas moral para pemimpinnya. Kepemimpinan yang hanya berorientasi pada kekuasaan tanpa landasan nilai akan membawa bangsa pada stagnasi, bahkan kemunduran. Dalam konteks ini, ia mengajak pembaca untuk kembali pada nilai-nilai dasar kebangsaan yang menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan.
Selain kritik terhadap kondisi internal, buku ini juga memberikan perhatian besar pada isu kebinekaan. Indonesia, menurut Buya Syafii, memiliki kekuatan besar dalam keberagaman budaya, agama, dan etnis. Namun, kekuatan ini bisa berubah menjadi kelemahan jika tidak dikelola dengan baik. Ia mengingatkan bahwa meningkatnya intoleransi dan sikap eksklusif dapat mengancam persatuan nasional. Oleh karena itu, sikap saling menghormati dan dialog antar kelompok menjadi kunci penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Dari segi pendekatan, buku ini memadukan analisis historis dengan refleksi kontemporer. Buya Syafii kerap mengaitkan kondisi saat ini dengan perjalanan panjang sejarah Indonesia, sehingga pembaca dapat memahami akar dari berbagai persoalan yang ada. Gaya bahasanya yang lugas membuat gagasan-gagasan yang disampaikan terasa dekat dan mudah dicerna, tanpa kehilangan kedalaman makna.
Menariknya, di tengah berbagai kritik yang disampaikan, buku ini tidak kehilangan nada optimisme. Buya Syafii tetap percaya bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Optimisme ini didasarkan pada keyakinan bahwa perubahan selalu mungkin terjadi, asalkan ada kesadaran kolektif untuk berbenah.
Buku ini relevan untuk dibaca oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda, akademisi, dan pengambil kebijakan. Indonesia Jelang Satu Abad bukan sekadar buku kritik, tetapi juga cermin yang mengajak bangsa ini melihat dirinya sendiri secara jujur sekaligus dorongan untuk melangkah ke arah yang lebih baik.

![]()





