MENTARI.OR.ID II Memperingati Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk mengawal transformasi besar di Kabupaten Bojonegoro. (02/05/2026)
Ketua PDPM Bojonegoro, M. Imam Akbar Al Haromein, menekankan bahwa tema Milad ke-94 tahun ini adalah “Bertumbuh dan Mengakar Untuk Indonesia Jaya”. Tema ini harus menjadi roh gerakan Pemuda Muhammadiyah, khususnya di bumi Angling Dharma.
Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan peta jalan bagi kader Pemuda Muhammadiyah untuk menjawab tantangan zaman, terutama dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Bojonegoro.
“Mengakar” pada Nilai, “Bertumbuh” dengan Inovasi Digital
Filosofi “Mengakar” berarti kader harus memegang teguh nilai tauhid dan integritas di tengah ketidakpastian global. Sementara “Bertumbuh” melambangkan kapasitas kader untuk terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman.
Kabupaten Bojonegoro selama ini dikenal sebagai lumbung energi migas. Namun, jika kita ingin bertumbuh secara berkelanjutan, masa depan bukan lagi soal minyak bumi, melainkan soal Sumber Daya Manusia dalam bidang digital.
PDPM Bojonegoro telah dan akan selalu mendorong kader-kadernya untuk memoelajari dan menginisiasi pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan IPP, agar Bojonegoro tidak hanya dikenal sebagai penghasil energi fosil, tapi juga eksportir ide dan inovasi digital.
Wujud Komitmen Bertumbuh dan Mengakar: Mengawal Beasiswa Rp 40,4 Miliar
Filosofi “Bertumbuh” juga dikaitkan dengan akses pendidikan. Berdasarkan data Rencana Aksi Daerah (RAD) Pelayanan Kepemudaan, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp 40,4 miliar pada tahun 2026.
Sebagai wujud dari semangat “Mengakar” yang bermanfaat bagi masyarakat, PDPM Bojonegoro memposisikan diri sebagai mitra strategis yang kritis bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro ingin pertumbuhan pendidikan merata dalam hal aksesibilitas. Sekat birokrasi agar dibuka sehingga tidak menghambat pemanfaatan anggaran yang besar.
Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro senantiasa hadir sebagai akar yang menyerap aspirasi pemuda desa agar mereka mendapatkan hak pendidikan tanpa hambatan administratif.
Kemandirian Ekonomi: Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri
Melalui jargon “Bareng Pemuda Kolaborasi Kebaikan”, PDPM Bojonegoro berupaya mewujudkan tujuan akhir dari tema Milad, yakni Indonesia Jaya yang dimulai dari kemandirian daerah.
Kabupaten Bojonegoro berhasil memperoleh capaian dalam sektor kesehatan dengan skor 80. Capaian ini menjadi fondasi dan modal untuk mengalihkan fokus pada sektor lapangan kerja.
Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa pemuda mampu mengakar kuat di tanah kelahiran dan bertumbuh tinggi melampaui sekat-sekat zona nyaman.
Para pemuda tidak boleh lagi hanya menjadi penonton, mari kita rebut masa depan dengan menjadi tuan rumah yang berdaya di lumbung energi ini.
Perayaan Milad di Bojonegoro tahun ini diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh elemen pemuda untuk bersinergi, memastikan pembangunan daerah tidak hanya tumbuh secara kuantitas, namun juga kuat secara kualitas demi menjemput Indonesia Emas 2045.
Penulis: M. Imam Akbar Al Haromein
![]()





