IPM Kids Hadiri Musyda XXI PD IPM Bojonegoro, Perkuat Kaderisasi Pelajar Sejak Dini

Share

MENTARI.OR.ID II Bojonegoro — Musyawarah Daerah (Musyda) XXI Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bojonegoro tidak hanya menjadi ajang konsolidasi dan regenerasi kepemimpinan pelajar Muhammadiyah, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi kader-kader muda. Hal ini ditandai dengan kehadiran perwakilan IPM Kids dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) dan SD Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (11/7/2026).

Kehadiran IPM Kids menjadi bagian dari upaya kaderisasi pelajar sejak usia dini yang terus dikembangkan oleh PD IPM Bojonegoro. Para siswa diberi kesempatan untuk mengenal lebih dekat organisasi pelajar Muhammadiyah sekaligus menyaksikan secara langsung proses musyawarah sebagai forum tertinggi di tingkat daerah.

PD IPM Bojonegoro mencatat, dari 24 IPM Kids yang telah terbentuk di lingkungan MIM dan SD Muhammadiyah se-Kabupaten Bojonegoro, sebagian besar mengirimkan perwakilan untuk mengikuti kegiatan Musyda XXI.

Sekolah yang mengirimkan delegasi antara lain MIM 01 Kedungadem, MIM 03 Al-Falah Canga’an Kanor, MIM 04 Al-Azhar Mejasem Kanor, MIM 08 Bulu Balen, MIM 10 Klepek Sukosewu, MIM 12 Sumuragung Sumberrejo, MIM 13 Duyungan Sukosewu, MIM 14 Megale Kedungadem, MIM 16 Jumput Sukosewu, MIM 18 Sumberrejo, MIM 21 Kapas, MIM 23 Palembon Kanor, MIM 24 Panemon, MIM 25 Pekuwon Sumberrejo, SD Muhammadiyah 1 Tlogoagung Kedungadem, SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro, MI Muhammadiyah 7 Kenep Balen, serta SD Muhammadiyah 3 ICP.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta IPM Kids mengikuti rangkaian pembukaan Musyda dan menyaksikan berbagai agenda persidangan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman awal tentang kepemimpinan, musyawarah, serta budaya organisasi di lingkungan Muhammadiyah.

Ketua PD IPM Bojonegoro menjelaskan bahwa keterlibatan IPM Kids dalam Musyda merupakan bagian dari strategi kaderisasi berkelanjutan yang dirancang untuk menyiapkan calon-calon kader IPM sejak bangku sekolah dasar.

“Kehadiran IPM Kids dalam Musyda ini merupakan langkah awal kaderisasi. Kami ingin adik-adik mengenal organisasi sejak dini, memahami proses musyawarah, dan memiliki motivasi untuk aktif berorganisasi ketika memasuki jenjang IPM di masa mendatang,” ujarnya.

Menurutnya, pembinaan pelajar tidak cukup dilakukan ketika mereka berada di tingkat SMP atau SMA. Kaderisasi perlu dimulai sejak usia sekolah dasar agar nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat berorganisasi dapat tumbuh lebih kuat.

Melalui keterlibatan IPM Kids dalam Musyda XXI, PD IPM Bojonegoro berharap lahir generasi pelajar Muhammadiyah yang siap melanjutkan estafet kepemimpinan organisasi, memiliki karakter unggul, serta mampu menjadi pelopor, pelangsung, dan penyempurna perjuangan Muhammadiyah di masa depan.

Kehadiran IPM Kids dalam forum Musyda XXI ini menjadi bukti bahwa kaderisasi pelajar di lingkungan Muhammadiyah terus berjalan secara sistematis dan berjenjang, dimulai sejak usia sekolah dasar hingga jenjang kepemimpinan yang lebih tinggi.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *