MENTARI.OR.ID II Bojonegoro – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIKES Muhammadiyah Bojonegoro di Desa Jatiblimbing menggelar Mini Lokakarya KKN Tahun 2026 di Balai Desa Jatiblimbing, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memaparkan hasil pengkajian kondisi desa sekaligus menyusun program kerja bersama masyarakat sebagai upaya mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan.
Mini lokakarya dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan desa, di antaranya tenaga kesehatan, kepala sekolah, perangkat desa, tokoh agama, Karang Taruna, serta perwakilan masyarakat. Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan program KKN yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memaparkan hasil observasi lapangan yang telah dilakukan selama masa pengkajian. Dihan Devika Kurniavi menyampaikan bahwa analisis dilakukan melalui observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 95 responden.
Hasil pengkajian menunjukkan masih perlunya peningkatan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penguatan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat, upaya pencegahan penyakit tidak menular, serta pengelolaan sampah yang lebih baik untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Selain itu, tim KKN menemukan bahwa sebagian masyarakat masih membuang sampah ke sungai akibat keterbatasan sarana pembuangan sampah. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama yang melatarbelakangi penyusunan sejumlah program prioritas di bidang kesehatan dan lingkungan.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, Revanda Afra Putri Wibowo menyampaikan sejumlah rekomendasi untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan edukasi kesehatan, optimalisasi pemanfaatan TOGA, pembentukan sistem pengangkutan sampah secara berkala, pembangunan insinerator skala lingkungan, serta pengembangan usaha berbasis potensi lokal guna meningkatkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Deva Yogi Septiana memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN. Program tersebut mencakup edukasi kesehatan masyarakat, peningkatan gizi bagi berbagai kelompok usia, literasi pendidikan, pendampingan dan digitalisasi UMKM, pengelolaan sampah, penanaman TOGA, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga peringatan Hari Kemerdekaan yang melibatkan partisipasi aktif warga.
Mini lokakarya tidak hanya menjadi forum penyampaian hasil pengkajian dan rencana program kerja, tetapi juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyamakan persepsi terhadap kebutuhan serta potensi desa. Melalui forum ini, diharapkan seluruh program yang dijalankan dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat, pelaksanaan KKN STIKES Muhammadiyah Bojonegoro di Desa Jatiblimbing diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berkelanjutan dalam bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dalam mewujudkan Desa Jatiblimbing yang lebih sehat, produktif, dan berdaya.
Penulis: Revanda Afra Putri Wibowo
![]()





