MENTARI.OR.ID II Langkah kaki tiga utusan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberrejo terasa mantap saat memasuki kompleks PCM Rawamangun. Selama tiga hari, 22 hingga 24 Agustus 2026, kawasan tersebut menjadi kawah candradimuka bagi para kader yang bertekad memperkuat pondasi organisasi. Kehadiran mereka di ajang Training of Trainers (TOT) Sekolah Cabang dan Ranting Muhammadiyah bukan sekadar memenuhi undangan formal, melainkan sebuah ikhtiar menimba ilmu demi menghidupkan kembali denyut nadi persyarikatan di tingkat akar rumput.
Ranting adalah jantung Muhammadiyah. Di sinilah dakwah yang menyapa langsung masyarakat berakar dan bertumbuh. Menyadari hal tersebut, ketiga delegasi Sumberrejo menyerap setiap materi pelatihan dengan antusias—mulai dari manajemen organisasi modern, pemetaan potensi jamaah, hingga strategi komunikasi dakwah yang relevan dengan dinamika zaman. Diskusi hangat dan pertukaran pengalaman antarpeserta dari berbagai daerah menjadi bahan bakar moral yang memperkaya cara pandang mereka.
TOT di Rawamangun ini menghadirkan sudut pandang baru bahwa revitalisasi ranting tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi rutin, melainkan harus dibarengi dengan inovasi program yang solutif bagi kebutuhan warga. Pelatihan ini menjadi amunisi segar yang siap dibawa pulang ke Sumberrejo. Ketiga perwakilan tersebut berkomitmen untuk membagikan keterampilan yang didapat kepada para kader lokal melalui pelatihan berjenjang, guna memastikan ranting-ranting di Sumberrejo kembali aktif, mandiri, dan berdampak.
Kepulangan delegasi PCM Sumberrejo dari Rawamangun membawa angin segar bagi persyarikatan. Dengan bekal pengetahuan dan semangat yang telah dipoles selama pelatihan, langkah strategis telah disiapkan untuk menggerakkan kembali potensi yang ada. Perjalanan ini menjadi bukti bahwa komitmen memajukan organisasi bermula dari kesediaan untuk terus belajar, demi memastikan syiar Muhammadiyah tetap kokoh dan memberkati masyarakat di tingkat terdepan.
Penulis: Miftahul Farih
![]()





