Tetap Produktif di Bulan Ramadan, Murid SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro Hasilkan Karya Seni dari Bahan Alam

Share

Mentari.or.id II Semangat berkarya tetap ditunjukkan para murid SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro meskipun berada di bulan suci Ramadan. Melalui pembelajaran Prakarya, murid kelas VIII tetap aktif mengikuti kegiatan praktik kreatif dengan menghasilkan berbagai kerajinan berbahan keras alam.

Pada materi bertema Bahan Keras Alam, murid kelas VIII A, VIII B, dan VIII C diberi kesempatan mengolah bahan alami seperti bambu dan rotan menjadi produk kerajinan bernilai seni. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelompok guna melatih kreativitas, keterampilan tangan, sekaligus kemampuan bekerja sama antarsesama anggota tim.

Beragam karya berhasil dihasilkan. Di kelas VIII C, setiap kelompok terlebih dahulu menyusun desain yang kemudian disetujui guru sebelum memasuki tahap produksi. Salah satu kelompok memilih membuat kentongan bambu beserta alat pemukulnya sebagai simbol yang identik dengan suasana Ramadan.

“Kami sengaja memilih membuat kentongan agar nuansa Ramadan lebih terasa,” ungkap salah satu murid saat proses pengerjaan berlangsung.

Selain kentongan, muncul pula berbagai karya kreatif lainnya, di antaranya kap lampu meja dengan beragam bentuk, lampion bambu bernuansa Imlek, pot bunga gantung dua tingkat, serta keranjang buah yang dirancang sebagai wadah dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap. Murid membawa bahan bambu maupun rotan dari rumah, baik yang telah dipotong maupun masih berbentuk utuh. Selanjutnya, bahan diolah menggunakan peralatan sederhana seperti gergaji kecil dan amplas, kemudian diberi pelapis vernis pada tahap akhir agar hasil karya tampak lebih rapi dan menarik.

Melalui kegiatan praktik ini, murid tidak hanya mempelajari teknik pembuatan kerajinan, tetapi juga belajar menghadapi berbagai tantangan selama proses produksi, mulai dari pemotongan bahan hingga penyusunan bentuk sesuai desain.

Salah satu murid kelas VIII C, Nala, mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut. Bersama kelompoknya, ia berhasil menyelesaikan lampion bambu meskipun sempat menghadapi kendala dalam proses pengerjaan.

“Kegiatan ini membuat saya belajar membuat kerajinan dari bahan alam seperti bambu. Walaupun sempat mengalami kendala saat memotong bahan, kerja sama kelompok yang baik membantu kami menyelesaikan karya tepat waktu. Kami juga jadi lebih kreatif dan kompak,” tuturnya.

Melalui pembelajaran berbasis praktik tersebut, SMP Muhammadiyah 9 Bojonegoro menegaskan bahwa Ramadan bukanlah hambatan untuk tetap berkarya. Justru melalui aktivitas positif di sekolah, murid dapat terus mengembangkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat produktif dalam belajar.

Penulis: Ulfa Rosyidah

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *