BOJONEGORO – Pemerintah Desa Karangsono, Kecamatan Dander, bersama Tim Program Inklusi Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro menggelar Musyawarah Desa (Musdes) bagi Perempuan dan Kelompok Rentan, Jumat (26/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Karangsono tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan desa yang lebih partisipatif dan inklusif.
Desa Karangsono ditetapkan sebagai desa percontohan (pilot project) pelaksanaan Musyawarah Desa Perempuan dan Kelompok Rentan di Kabupaten Bojonegoro dalam Program Inklusi PDA Bojonegoro tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari kepala desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping desa, tokoh masyarakat, kader desa, kader inklusi Aisyiyah, anggota Balai Sakinah Aisyiyah (BSA), perwakilan penyandang disabilitas, lansia, hingga kalangan remaja.
Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penanaman nilai nasionalisme dan kecintaan terhadap tanah air. Selanjutnya, Kepala Desa Karangsono, Sutrisno, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan desa.
“Pembangunan desa yang berkelanjutan harus melibatkan semua unsur masyarakat. Warga perlu menyampaikan aspirasi dan gagasannya demi kemajuan desa, bukan hanya mengikuti keputusan pemerintah desa semata,” ujarnya.
Senior Program Inklusi PDA Bojonegoro, Dra. Siti Nurhayati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Desa Karangsono menjadi satu-satunya desa di Kabupaten Bojonegoro yang mendapatkan pendampingan Program Inklusi PDA Bojonegoro untuk pelaksanaan Musyawarah Desa Perempuan dan Kelompok Rentan pada tahun 2026.
“Kami berharap perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya dapat memperoleh ruang yang lebih luas untuk menyampaikan aspirasi serta dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes),” ungkapnya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi bermakna perempuan dan kelompok rentan dalam seluruh siklus pembangunan desa, sekaligus mendorong pemerintah desa agar secara rutin mengagendakan Musdes maupun Musrenbangdes yang ramah terhadap seluruh kelompok masyarakat.
Pada sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai Partisipasi Bermakna Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Pembangunan Desa Berperspektif GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) yang disampaikan oleh Sumantri dari DPMD Kabupaten Bojonegoro.
Setelah pemaparan materi, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi, kebutuhan, dan usulan pembangunan desa. Berbagai masukan tersebut kemudian ditanggapi langsung oleh Kepala Desa Karangsono dan perwakilan DPMD sebagai bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkeadilan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan perempuan dan kelompok rentan memiliki ruang partisipasi yang lebih besar dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa, sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar mampu menjawab kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
(Dina Ariani – Tim Inklusi PDA Bojonegoro)
![]()





