Musyda XXI PD IPM Bojonegoro Resmi Dibuka, Usung Semangat Ta’awun dan Keteladanan Kepemimpinan

Share

MENTARI.OR.ID II Bojonegoro, 11 Juli 2026 – Musyawarah Daerah (Musyda) XXI Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Bojonegoro resmi dibuka pada Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang berfungsi sebagai ajang evaluasi, konsolidasi kader, serta momentum estafet kepemimpinan bagi pelajar Muhammadiyah di Kabupaten Bojonegoro.

Mengangkat tema “Ta’awun IPM Bojonegoro: Ing Ngarsa Sung Tulada”, Musyda XXI menegaskan pentingnya semangat gotong royong, kolaborasi, dan keteladanan dalam membangun organisasi yang kuat, progresif, dan berdampak bagi pelajar serta masyarakat.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan organisasi, di antaranya perwakilan Bupati Bojonegoro, Polres Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro, Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Kader Sumber Daya Insani (MPKSDI), organisasi otonom Muhammadiyah, pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), organisasi kepemudaan se-Kabupaten Bojonegoro, serta Korps Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (KA IMM) dan Korps Alumni IPM Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Ketua PD IPM Bojonegoro menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa Musyda bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang strategis bagi kader untuk bermusyawarah, mengevaluasi perjalanan organisasi, dan merumuskan arah gerak IPM ke depan.

“Musyda menjadi ruang bagi kader untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan. Dari forum ini diharapkan lahir gagasan, inovasi, dan nilai-nilai yang mampu membawa kemajuan bagi IPM Bojonegoro,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah program unggulan yang telah dijalankan selama periode kepemimpinan sebelumnya. Di antaranya adalah program IPM Kids yang menyasar siswa sekolah dasar di 24 titik di Kabupaten Bojonegoro, penguatan gerakan pelajar melalui komunitas dan lembaga di luar sekolah, serta kegiatan Ahad Pagi Literasi Sunrise yang bertujuan menumbuhkan budaya literasi di kalangan pelajar.

Sementara itu, Ketua PDM Bojonegoro dalam arahannya menekankan pentingnya kaderisasi yang berkelanjutan di lingkungan Muhammadiyah. Menurutnya, proses pembinaan kader harus dimulai sejak usia dini dan dilakukan secara berjenjang agar mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan Persyarikatan.

Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dan media digital secara bijak.

“Di era digital saat ini, media harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, terutama sebagai sarana belajar, memperluas wawasan, dan memperdalam ilmu agama. Kader IPM harus mampu menjadi teladan dalam penggunaan teknologi yang berkemajuan,” pesannya.

Perwakilan Bupati Bojonegoro, Dandi Suprayitno, AP., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran IPM sebagai organisasi pelajar yang aktif dalam pembinaan generasi muda. Ia menilai Musyda merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kapasitas organisasi dalam menghadapi tantangan masa depan.

Menurutnya, Muhammadiyah merupakan organisasi yang memiliki sistem dan manajemen yang kuat sehingga mampu melahirkan kader-kader berkualitas di berbagai bidang.

“Jadikan forum Musyda ini sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi, termasuk dengan pemerintah daerah, dalam membangun generasi muda yang unggul dan berkarakter,” ungkapnya.

Pembukaan Musyda XXI berlangsung meriah dan penuh semangat. Acara ditandai dengan prosesi pemukulan angklung oleh sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya perwakilan Polres Bojonegoro AKP Fakhur Rahman, Nurul Hakim, Ketua STIT Muhammadiyah Bojonegoro Dr. Ibnu Habibi, M.Pd.I., jajaran PD IPM Bojonegoro, PDM Bojonegoro, serta Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Bojonegoro.

Musyawarah Daerah XXI PD IPM Bojonegoro dijadwalkan berlangsung hingga 12 Juli 2026 dengan agenda utama pembahasan laporan pertanggungjawaban kepemimpinan, perumusan program kerja, serta pemilihan formatur dan kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan IPM di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui Musyda XXI ini, diharapkan lahir kepemimpinan yang mampu menguatkan gerakan pelajar Muhammadiyah, memperluas kebermanfaatan organisasi, serta menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pelajar di era digital menuju terwujudnya generasi Islam yang berilmu, berakhlak, dan berkemajuan.

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *