MENTARI.OR.ID II Batu, Malang, 18 Juli 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sumberrejo menggelar kegiatan Baitul Arqam sebagai upaya memperkuat ideologi, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta menyinergikan gerakan dakwah Muhammadiyah di tingkat cabang dan ranting. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juli 2026, tersebut dipusatkan di Villa Hamsa, Kota Batu, Jawa Timur.
Mengusung tema “Kepemimpinan Berkemajuan: Meneguhkan Ideologi, Memajukan Dakwah, Mengokohkan Cabang dan Ranting”, Baitul Arqam menjadi momentum strategis untuk membangun kesamaan visi dan memperkuat komitmen kader dalam mengembangkan dakwah Muhammadiyah yang berkemajuan.
Sebanyak 93 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri atas jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah Sumberrejo, perwakilan majelis dan lembaga, organisasi otonom (Ortom), serta delegasi dari Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Sumberrejo.
Ketua PCM Sumberrejo, H. Adib Susilo, dalam sambutannya menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan salah satu instrumen penting dalam proses kaderisasi Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, para pimpinan diharapkan semakin memahami ideologi persyarikatan, memperkuat komitmen dakwah, dan meningkatkan kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan zaman.
“Melalui Baitul Arqam ini, kami berharap seluruh pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang maupun ranting semakin solid dalam menjalankan amanah persyarikatan. Penguatan cabang dan ranting merupakan fondasi utama keberhasilan dakwah Muhammadiyah di masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, Muhammadiyah membutuhkan kader-kader yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan organisatoris, tetapi juga memiliki keteguhan ideologi, wawasan keislaman yang luas, serta semangat berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Selama pelaksanaan Baitul Arqam, peserta akan mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan, strategi dakwah, penguatan organisasi, serta pengembangan gerakan Muhammadiyah di tengah dinamika masyarakat modern. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok, refleksi, dan penguatan komitmen kader sebagai bagian dari proses pembelajaran yang partisipatif.
Tim instruktur dari Master of Training (MOT) Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PDM Bojonegoro turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan guna memastikan proses perkaderan berjalan sesuai dengan kurikulum dan standar Muhammadiyah.
Baitul Arqam ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi sekaligus penguatan kapasitas kader Muhammadiyah agar mampu menghadirkan dakwah yang lebih inklusif, solutif, dan berorientasi pada kemajuan umat.
Dengan semangat kebersamaan dan penguatan ideologi yang dibangun selama kegiatan, para peserta diharapkan dapat kembali ke wilayah masing-masing dengan energi baru untuk menggerakkan dakwah, memperkuat organisasi, serta mengembangkan Amal Usaha Muhammadiyah di lingkungan cabang dan ranting.
Penulis: Irul
![]()





