MENTARI.OR.ID II BOJONEGORO– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Bojonegoro menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda IX di Auditorium STIKes Muhammadiyah Bojonegoro, Rabu (16/9/2026). Wisuda tahun ini berlangsung bersamaan dengan Milad ke-12 STIKes Muhammadiyah Bojonegoro.
Rektor STIKes Muhammadiyah Bojonegoro, Dr. Ns. Sudalhar, M.Kep., mengatakan momentum Wisuda IX tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan Milad ke-12.
Dalam kesempatan tersebut, Sudalhar menyampaikan perkembangan proses perubahan status STIKes Muhammadiyah Bojonegoro menjadi Universitas Muhammadiyah Bojonegoro (UM Bojonegoro) yang kini memasuki tahap akhir.
“Kami bersyukur, proses menjadi Universitas Muhammadiyah Bojonegoro sudah sampai tahap akhir. Telah dilakukan asesmen lapangan oleh kementerian dan semoga segera terbit izin operasionalnya. Amin,” harapnya.
Menurut Sudalhar, perkembangan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro terus diarahkan untuk mendukung visi sebagai perguruan tinggi yang profesional, unggul, dan Islami. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan sumber daya insani, termasuk peningkatan kapasitas dan kesejahteraan dosen serta tenaga kependidikan.
“Penambahan dua doktor dan menambah tugas belajar dua orang doktor, serta dua orang lagi untuk sertifikasi dosen,” jelasnya.
Penguatan sumber daya manusia tersebut menjadi bagian dari pengembangan kelembagaan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro seiring dengan persiapan menuju perubahan bentuk menjadi universitas.
Lulusan Prodi D3 Perekam dan Informasi Kesehatan Jalani Sumpah Profesi
Salah satu rangkaian penting dalam prosesi wisuda adalah pengambilan dan pembacaan sumpah profesi bagi lulusan Program Studi Perekam dan Informasi Kesehatan.
Prosesi tersebut disaksikan pimpinan civitas akademika, organisasi profesi, serta orang tua dan keluarga wisudawan. Pengambilan sumpah menjadi bagian dari komitmen lulusan untuk menjalankan tugas secara profesional dengan berpedoman pada kode etik dan tanggung jawab di bidang pelayanan kesehatan.
Suasana khidmat terasa ketika para lulusan mengikuti pembacaan sumpah profesi. Prosesi tersebut sekaligus menjadi momentum bagi mereka untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja dan pengabdian kepada masyarakat.
Pihak kampus berpesan agar para lulusan yang telah menjalani sumpah profesi senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, serta nama baik almamater dalam menjalankan tugas.
Wisuda IX yang bertepatan dengan Milad ke-12 tersebut menjadi bagian dari perjalanan STIKes Muhammadiyah Bojonegoro dalam mengembangkan pendidikan kesehatan sekaligus mempersiapkan transformasi kelembagaan menuju Universitas Muhammadiyah Bojonegoro.
Penulis: Nayla Rachma Az-Zahra
![]()





