Mentari.or.id-Kejutan besar datang dari ajang kompetisi sains tingkat sekolah dasar. Batasan usia terbukti bukan penghalang untuk meraih prestasi gemilang.
Ananda Zayyan, siswa kelas III SD Muhammadiyah 3 ICP Sumberrejo, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II Olimpiade Sains Tingkat SD dalam ajang ALISCO (Al Amin Science Competition) 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Muhammadiyah Boarding School (MBS) Al Amin Bojonegoro pada Sabtu–Ahad, 7–8 Februari 2026.
Prestasi tersebut terasa istimewa karena Zayyan harus berkompetisi dengan peserta yang mayoritas berasal dari kelas V dan VI SD. Meski terpaut usia hingga tiga tahun, Zayyan mampu menunjukkan kemampuan berpikir logis, ketelitian, serta pemahaman sains yang matang sehingga berhasil menempati posisi kedua.
Dengan ketenangan dan fokus tinggi, Zayyan mampu menyelesaikan soal-soal olimpiade yang tergolong kompleks.
“Awalnya deg-degan melihat peserta kakak-kakak kelas, tapi saat mengerjakan soal saya fokus saja,” ungkap Zayyan polos.
Ibunda Zayyan, Novi Ardiyanti, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan putranya terletak pada minat, konsistensi, dan suasana belajar yang menyenangkan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan Zayyan dalam berbagai kompetisi bukan karena paksaan orang tua, melainkan dorongan dari dalam diri anak.
“Minat Zayyan di bidang sains sudah terlihat sejak kelas I. Namun, ia baru mulai mengikuti olimpiade sejak kelas II karena sebelumnya masih sangat bergantung pada suasana hati,” jelasnya.
Sejak kelas II, Zayyan aktif mengikuti berbagai kompetisi sains, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional. Konsistensi tersebut perlahan membuahkan hasil positif, salah satunya melalui prestasi di ALISCO 2026 ini.
Prestasi Zayyan juga mendapat apresiasi dari Muhammad Hafid Syarifuddin, S.Kom, selaku Kepala SMP MBS Al Amin. Ia memberikan motivasi sekaligus penghargaan khusus kepada Zayyan.
“Terus semangat dan silakan ikut event berikutnya. Dengan capaian Juara II ini, Zayyan berhak masuk MBS Al Amin tanpa jalur tes. Sertifikat ALISCO 2026 ini berlaku seumur hidup,” ujarnya.
Keberhasilan Ananda Zayyan menjadi bukti bahwa bakat, kerja keras, dan ketekunan tidak mengenal usia. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa, khususnya di lingkungan SD Muhammadiyah 3 ICP Sumberrejo, untuk berani bermimpi, berproses, dan berkompetisi secara sehat sejak dini.
Kontributor: Novi Ardiyanti





