MENTARI.OR.ID II Tuban — Diklat Maharesigana Cabang STIKES Muhammadiyah Bojonegoro DVT 5 resmi dibuka pada Jumat (10/04/2026). Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April 2026, bertempat di Desa Jebulo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas kader Muhammadiyah dalam bidang kebencanaan, khususnya dalam menghadapi situasi darurat dan penanggulangan bencana secara terstruktur dan profesional.
Dalam sambutan pembukaan, M. Nazruddin selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa Diklat Maharesigana tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik lapangan yang aplikatif. Hal ini bertujuan agar peserta mampu menjadi relawan yang tanggap, sigap, dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana Muhammadiyah.
Adapun materi yang disampaikan selama kegiatan meliputi berbagai aspek penting kebencanaan, di antaranya kemaharesiganaan sebagai dasar pemahaman relawan, konsep OMOR (One Muhammadiyah One Response) sebagai sistem respons terpadu Muhammadiyah, serta pengelolaan dapur umum dalam kondisi darurat.
Selain itu, peserta juga mendapatkan materi fikih kebencanaan yang memberikan perspektif keislaman dalam menghadapi bencana, serta manajemen posko untuk mendukung koordinasi di lapangan. Tidak hanya itu, materi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) turut diberikan sebagai upaya mitigasi sejak dini di lingkungan pendidikan.
Untuk menunjang keterampilan teknis, peserta juga dibekali pelatihan water rescue sebagai kemampuan dasar dalam evakuasi korban di wilayah perairan. Di akhir kegiatan, akan dilaksanakan post-test sebagai bentuk evaluasi terhadap pemahaman peserta selama mengikuti diklat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menjadi kader Maharesigana yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga semangat kemanusiaan serta nilai-nilai keislaman dalam setiap aksi kebencanaan.
Lucky Muhamad Annas (Penulis)
![]()





