MENTARI.OR.ID II BOJONEGORO — ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro menggelar pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa dari 20 sekolah di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Literasi Digital Cerdas dan Sehat untuk Remaja Tahun 2026 ini berlangsung di Auditorium Kampus B STIKES Muhammadiyah Bojonegoro, Senin (15/6/2026).
Pelatihan tersebut diikuti perwakilan guru dan siswa dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Bojonegoro. Turut hadir perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, jajaran pengurus PDPM Bojonegoro, serta para fasilitator dari Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (RTIK) Provinsi Jawa Timur.
Program ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam memanfaatkan teknologi digital secara sehat, aman, dan produktif di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Perwakilan EMCL, Almaliki Ukay Sukaya Subqy, menegaskan bahwa masyarakat saat ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi digital. Karena itu, kemampuan beradaptasi sekaligus mengendalikan penggunaan teknologi menjadi hal yang sangat penting.
“Kita hidup di era digital yang terus berkembang. Karena itu, kita harus mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi secara bijak. Jangan sampai kita yang dikendalikan teknologi, tetapi kitalah yang harus mengendalikan teknologi,” ujarnya.
Menurutnya, literasi digital menjadi bekal penting bagi generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi untuk mendukung pengembangan diri, pendidikan, dan produktivitas, sekaligus terhindar dari dampak negatif dunia digital.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro-Tuban. Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Achmad Nur Rochim, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa kecakapan digital saat ini menjadi kebutuhan penting bagi pelajar maupun tenaga pendidik.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap menggunakan media digital, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan akhlak yang baik. Pengetahuan dan literasi digital adalah investasi penting bagi masa depan,” katanya.
Ia menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan diharapkan dapat menjadi agen perubahan dan pionir literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Para siswa didorong untuk mengampanyekan penggunaan internet yang sehat dan bertanggung jawab, sementara guru berperan sebagai pendamping dalam membangun budaya digital yang positif.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pendampingan dari para fasilitator RTIK Jawa Timur yang memiliki kompetensi di bidang literasi digital. Pendampingan akan berlangsung secara berkelanjutan selama beberapa bulan ke depan.
Selain mengikuti pelatihan, para peserta juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan lanjutan, termasuk kompetisi literasi digital tingkat kabupaten yang dirancang untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi informasi.
Melalui program ini, EMCL dan PDPM Bojonegoro berharap dapat menciptakan generasi muda yang cerdas, kritis, berkarakter, dan mampu menjadi pelopor penggunaan teknologi digital yang sehat di lingkungan masing-masing.
![]()





