Mentari

Media Peradaban Umat

Desa Margomulyo Resmi Jadi Desa Inklusi Pertama di Bojonegoro, Pendampingan ‘Aisyiyah Berbuah Nyata

MENTARI.OR.ID II BALEN, BOJONEGORO — Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, resmi ditetapkan sebagai Desa Inklusi pertama di Kabupaten Bojonegoro. Peresmian berlangsung di Gedung Koperasi Desa Merah Putih Desa Margomulyo, Kamis (29/10/2026), sebagai puncak pendampingan Program INKLUSI ‘Aisyiyah yang telah berjalan sejak 2023.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah unsur pemerintah dan organisasi masyarakat, antara lain Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, Asisten Administrasi Umum Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bank Jatim, Forkopimcam Balen, PDM dan PDA Bojonegoro, PCM dan PCA Balen, pemerintah desa, BPD, ketua RT dan RW, serta masyarakat setempat.

Acara diawali dengan penampilan senam Pinguin oleh anak-anak PAUD Tunas Mulya Desa Margomulyo, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu Gifniyu’ah, S.Pd.

Wakil Ketua PWA Jawa Timur, Dra. Nelly Asnifati, menegaskan bahwa program inklusi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Selama tiga tahun pendampingan di Margomulyo, Program INKLUSI ‘Aisyiyah telah menjalankan sejumlah kegiatan pemberdayaan, antara lain Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA), Bina Usaha Ekonomi Keluarga ‘Aisyiyah (BUEKA), serta layanan kesehatan Si Jaka dan tes IVA.

“Tujuannya satu, agar semua warga tanpa terkecuali mendapat akses yang sama dalam mengakses layanan yang ada,” ungkap Nelly.

Kepala Desa Margomulyo, Arif Rahman, S.E., menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah memberikan dampak nyata, khususnya bagi penyandang disabilitas. Salah satu hasilnya terlihat dari berkembangnya kelompok usaha penjahit penyandang disabilitas di desa tersebut.

Kelompok penjahit itu kini dipercaya memproduksi seragam PAUD dan TK ‘Aisyiyah se-Kabupaten Bojonegoro melalui kolaborasi dengan PDA Bojonegoro. Capaian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang tepat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus memperluas partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris DPMD Kabupaten Bojonegoro, Masirin, S.STP., M.M., menyebut penetapan Margomulyo sebagai Desa Inklusi pertama sebagai langkah penting dalam mendorong pembangunan desa yang lebih inklusif.

Ia mengingatkan bahwa semangat nondiskriminasi, sebagaimana tercermin dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, perlu diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan yang dapat diakses semua warga.

“Tantangan setelah launching adalah keberlanjutan, bagaimana desa ini benar-benar memberi rasa aman dan nyaman bagi kelompok rentan,” ujarnya.

Dalam pidato kunci, Asisten Administrasi Umum Pemkab Bojonegoro, Machmuddin, AP., M.M., menekankan pentingnya perubahan cara pandang terhadap penyandang disabilitas. Menurutnya, mereka bukan objek belas kasihan, melainkan warga yang memiliki hak setara dan harus dilibatkan dalam pembangunan.

“Jangan pandang penyandang disabilitas sebagai objek yang dikasihani. Mereka adalah subjek, warga yang punya hak sama,” tegas Machmuddin.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan warga yang membutuhkan perhatian, seperti anak yang putus sekolah, korban kekerasan, maupun penyandang disabilitas yang belum mendapatkan layanan memadai. Selain itu, ia menekankan pentingnya data kelompok rentan yang akurat agar program pemerintah dapat menjangkau sasaran secara tepat.

“Desa inklusi bukan soal kebanggaan atau kemenangan. Idealnya, memang setiap desa harus inklusi,” tambahnya.

Peresmian Desa Inklusi Margomulyo ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali dan pembukaan plang Desa Inklusi oleh Machmuddin, didampingi perwakilan PWA Jawa Timur, Sekretaris DPMD, Ketua PDM Bojonegoro, Ketua PDA Bojonegoro, Camat Balen, dan Kepala Desa Margomulyo. Pada kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Pemerintah Desa Margomulyo.

Suasana haru mewarnai sesi testimoni. Yusuf dan Eni Masfiroh, anggota BSA dan BUEKA dari kelompok disabilitas, menyampaikan bahwa usaha mereka berkembang dan jangkauan pasar semakin luas setelah mendapatkan pendampingan melalui program inklusi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua PDM Bojonegoro, Drs. H. Suwito, M.Si. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan sosial dari Dinas Sosial dan PDA Bojonegoro kepada warga dengan penyakit kronis, lanjut usia, anak yatim piatu, serta penyandang disabilitas.

Peresmian Desa Inklusi Margomulyo menjadi tonggak penting dalam upaya memperluas akses layanan, kesempatan ekonomi, dan partisipasi masyarakat tanpa diskriminasi. Namun, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan dalam memastikan setiap warga, terutama kelompok rentan, memperoleh hak dan layanan yang setara.

Penulis: Dina Ariani

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

389 tulisan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *