Sambut Iduladha, Masjid At-Taqwa Sumberrejo Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal

Share

MENTARI.OR.ID II BOJONEGORO — Menyambut Hari Raya Iduladha, Masjid At-Taqwa Sumberrejo menggelar pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) guna meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan. (15/05/2026)

Kegiatan yang berlangsung di Sumberrejo tersebut diikuti para jagal dan panitia kurban dari berbagai wilayah. Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan teknis penyembelihan halal sekaligus penerapan prinsip kebersihan dan kesejahteraan hewan.

Pelatihan menghadirkan narasumber profesional, yakni Ustadz Nurfirdaus dan Ustadz Bagus, yang menyampaikan materi terkait fiqih kurban dan teknik penyembelihan sesuai syariat Islam.

Selain aspek syariat, peserta juga mendapatkan materi kesehatan veteriner dari drh. Hendri Susilo Nugroho dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan cara memilih hewan kurban yang sehat serta penanganan daging secara higienis guna mencegah penyebaran penyakit hewan.

Kegiatan dibuka Ketua PCM Sumberrejo, Ustadz H. Adib Susilo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran juru sembelih halal dalam menjamin kehalalan daging yang dikonsumsi masyarakat.

Ketua Takmir Masjid At-Taqwa Sumberrejo, Sujarno, S.Pd., M.Pd., mengatakan pelatihan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab takmir dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, khususnya dalam pelaksanaan ibadah kurban.

“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan pelaksanaan kurban berjalan sesuai syariat, aman, dan berkualitas,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat saat memasuki sesi praktik penyembelihan. Panitia pelaksana menegaskan bahwa pelatihan tidak hanya berfokus pada teori di dalam kelas, tetapi juga memberikan kesempatan praktik langsung kepada peserta.

“Kami ingin memastikan setiap peserta benar-benar mampu. Karena itu, setiap peserta mendapat kesempatan mempraktikkan teknik penyembelihan secara langsung di bawah pengawasan mentor,” ujar panitia pelaksana.

Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan memiliki keterampilan dan kepercayaan diri dalam menerapkan teknik penyembelihan yang tepat, termasuk standar “sekali sembelih putus” yang menjadi bagian penting dalam prinsip kesejahteraan hewan dan kehalalan dalam Islam.

Penulis: Irul

Loading

Admin

Salah satu rakyat biasa di negara Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *