PAUD Inklusi ABA III Bojonegoro Gelar Kemah Tunas Athfal di Growgoland

Share

MENTARI.OR.ID II BOJONEGORO – PAUD Inklusi ABA III Bojonegoro menggelar Kemah Tunas Athfal di kawasan wisata alam Growgoland, Desa Ngunut, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 20.00 WIB tersebut menjadi sarana pengenalan kepanduan Hizbul Wathan (HW) bagi anak usia dini.

Kegiatan perkemahan dikemas dalam konsep fun camp dengan memanfaatkan suasana alam terbuka. Para peserta mengenakan seragam dan atribut khas Hizbul Wathan serta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar di luar kelas.

Kemah Tunas Athfal tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan rekreasi. Sejumlah aktivitas diarahkan untuk menanamkan nilai kemandirian, keberanian, kedisiplinan, kekompakan, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.

Melalui kegiatan di alam terbuka, anak-anak dilatih untuk melakukan berbagai hal secara mandiri, seperti menata perlengkapan pribadi dan mengikuti aturan selama kegiatan. Mereka juga diperkenalkan dengan aktivitas kepanduan sederhana, termasuk baris-berbaris dan pengenalan lingkungan sekitar.

Suasana Growgoland yang asri turut memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta. Anak-anak diajak mengenal lingkungan alam, mengeksplorasi area sekitar perkemahan, sekaligus belajar menjaga kelestarian lingkungan.

Selama kegiatan, peserta didampingi para guru yang memberikan arahan dan pendampingan sesuai kebutuhan anak. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, terutama karena PAUD Inklusi ABA III Bojonegoro memberikan ruang belajar bagi anak dengan beragam karakteristik dan kebutuhan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun interaksi dan kekompakan antara peserta, guru, serta lingkungan sekolah. Melalui pengalaman bersama di luar ruang kelas, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Kemah Tunas Athfal di Growgoland menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang menggabungkan pendidikan karakter, pengenalan kepanduan, dan pengalaman belajar di alam terbuka. Diharapkan, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, percaya diri, dan peduli terhadap lingkungan.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *